Logo

Direktorat Sekolah
Menengah Pertama

Bercanda Boleh, Tapi Tetap Ada Batasnya!
SMP 14 Sep 2026

Bercanda Boleh, Tapi Tetap Ada Batasnya!

Bercanda bersama teman memang menjadi bagian dari keseharian di sekolah. Saling meledek, membuat lelucon, atau bermain bersama bisa membuat suasana menjadi lebih menyenangkan. Namun, tidak semua hal yang disebut “bercanda” bisa dianggap sebagai candaan yang aman.

Kadang, sebuah tindakan dilakukan dengan alasan bercanda, tetapi justru membuat teman merasa sakit, malu, takut, atau tidak nyaman. Misalnya, mengerjai teman secara fisik atau melakukan sesuatu yang dapat membuatnya terluka. Materi Sekolah Gaul Anti Kekerasan dari Kemendikdasmen mencontohkan bahwa tindakan seperti menarik kursi teman ketika hendak duduk tidak menjadi aman hanya karena dilakukan dengan alasan bercanda.

Jadi, Apa Bedanya?

Candaan yang sehat seharusnya membuat orang yang terlibat merasa nyaman dan tetap menghargai satu sama lain. Jika teman sudah menunjukkan bahwa ia tidak nyaman, candaan sebaiknya dihentikan.

Sebaliknya, tindakan yang membuat seseorang terluka, dipermalukan, ditakut-takuti, atau terus diganggu meskipun sudah meminta berhenti perlu dianggap serius. Perundungan juga tidak selalu berbentuk tindakan fisik, tetapi dapat berupa perkataan atau perilaku yang menyakiti. UNICEF Indonesia menekankan pentingnya mengenali dan menghentikan perundungan karena dapat berdampak pada anak.

Hal penting yang perlu diperhatikan adalah bagaimana perasaan orang yang menjadi sasaran candaan. Sesuatu yang dianggap lucu oleh satu orang belum tentu terasa menyenangkan bagi orang lain. Karena itu, saling menghargai dan memperhatikan batas kenyamanan teman menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang sehat di sekolah.

Yuk, Belajar Menghargai Batas Teman!

Sebelum bercanda, coba perhatikan perasaan teman. Kalau teman tertawa dan sama-sama merasa nyaman, candaan mungkin masih dalam batas yang wajar. Namun, jika teman terlihat tidak nyaman, meminta berhenti, atau merasa terluka, berhenti adalah pilihan yang tepat.

Sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua. Kemendikdasmen melalui kebijakan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman menekankan pentingnya perlindungan fisik, kesejahteraan psikologis, serta pencegahan perundungan dan kekerasan di lingkungan sekolah.

Jadi, bercanda boleh, tetapi tetap harus punya batas. Hargai perasaan teman, jangan menjadikan kekurangan seseorang sebagai bahan lelucon, dan berhenti ketika candaan sudah membuat orang lain tidak nyaman.

Karena candaan yang menyenangkan adalah candaan yang membuat semua orang merasa aman dan dihargai. Dengan begitu, setiap siswa dapat merasa dihargai, terlindungi, dan nyaman saat berinteraksi serta belajar bersama teman di lingkungan sekolah sehari-hari. 


 

 

 

 

 

 

 

Sumber :

https://www.unicef.org/indonesia/id/child-protection/tips-untuk-guru-mengatasi-bullying 

https://cerdasberkarakter.kemendikdasmen.go.id/budayasekolahamannyaman/ 

https://internal-portal.kemdikbud.go.id/en/press-release/14707-budaya-sekolah-aman-dan-nyaman-jadi-fondasi-pendidikan-bermutu 

https://repositori.kemendikdasmen.go.id/22442/1/SEKOLAH%20GAUL%20ANTI%20KEKERASAN.pdf 


 

Bagikan artikel ini: Facebook X (Twitter)